Program Kerja Sekolah

PROGRAM KERJA

 

Sekolah merupakan pusat pendidikan dan agen kebudayaan.Sebagaimana termaktub dalam UU tentang SISDIKNAS,maka sekolah merupakan ujung tombak  tercapainya tujuan pendidikan nasional.Untuk mencapai tujuan tersebut dilaksanakan berbagai bentuk kegiatan baik yang bersifat akademik maupun non akademik.Dalam  bidang  akademik berupa kegiatan proses belajar mengajar  pada semua mata pelajaran mulai kelas x hingga kelas xii jurusan IPA dan IPS.Sementara itu dibidang non akademik berupa kegiatan pengembangan diri atau ekstrakurikuler.  Namun demikian walaupun telah dilakukan upaya-upaya maksimal untuk meningkatkan kualitas pendidikan khususnya terciptanya sekolah yang bermutu, masih saja terdapat kekurangan-kekurangan dalam pelaksanaannya.Adapun kekurangan tersebut secara global adalah bidang-bidang:

 

3.1 KETENAGAAN

 3.1.1. TENAGA EDUKATIF

             Jumlah tenaga guru secara keseluruhan telah memenuhi persyaratan namun masih terkendala pada penyebaran guru untuk masing-masing  mata pelajaran.Ada mata pelajaran dengan jumlah guru yang berlebihan,sementara pada mata pelajaran lainnya masih kurang.

             Sebagai gambaran kekurangan adalah pada mata pelajaran Pendidikan Agama ,Bahasa Indonesia, Pendidikan Seni dan TekhnologiInformasi .Sementara itu berlakunya kurikulum 2006 yang menggantikan kurikulum 2004 membawa konsekuensi bagi para guru untukmempersiapkan diri dalam kegiatan pembelajaran.Kendalanya adalah belum meratanya guru dalam memperoleh informasi tentang  kurikulum 2006 ,baik silabus,rencana pembelajaran,bahan ajar,KKM,sistem evaluasi dan sistem remidi.Lebih jauh,juga belum maksimalnya  upaya peningkatan SDM  dalam mendalami konsep pembelajaran yang berwawasan CTL serta penguasaan bahasa asing(inggris)yang masih rendah  sehingga ketika dituntut untuk  mendalami Tekhnologi Informasi (penggunaan media elektronik seperti komputer,LCD projector,DVD.VCD dll)       sebagai media dan strategi pembelajaran banyak  yang mengalami kesulitan.

 

3.1.2. TENAGA ADMINISTRATIF

             Pada dasarnya hanya terdapat kekurangan untuk jenis pekerjaan tertentu,yakni tenaga penjaga malam dan petugas kebersihan   kebun.Sedang dalam pelaksanaan tugas-tugas keseharian di kantor terdapat kendala yakni : Petugas Tata Usaha sebagai personil yang   melayanai tugas guru dan siswa belum memahami sepenuhnya tentang kurikulum dan tugas operasional sekolah yang lain sesuai ketentuan   yang baru diberlakukan,seperti UU tentang SISDIKNAS,kurikulum 2006 atau KTSP dll.

 

3.2.      SISWA

             Siswa menjadi faktor penentu keberhasilan pendidikan di sekolah.Menurut konsep kurikulum yang berbasis kompetensi dan telah    disempurnakan dengan kurikulum 2006,siswa merupakan subyek belajar yang harus mendapat layanan di sekolah,termotivasi untuk     belajar dan mengenali diri sehingga menjadikan sekolah sebagai tempat belajar yang nyaman.Namun dalam kenyataan ,kondisi riil yang  tampak justru berlawanan dengan harapan kurikulum.Ini disebabkan oleh bebrapa kondisi yang muncul sebagai kendala,yakni ;

 a.       Minat belajar kurang  sehingga motivasi belajar rendah

 b.      Belajar dianggap sebagai rutinitas ,bukan kebutuhan sehingga timbul kejenuhan dan kebosanan

 c.       Kurangnya pemahaman terhadap bakat yang dimiliki sehingga sering merasa tidak berguna

 d.      Pemahaman yang kurang proporsional terhadap makna kecerdasan,sehingga kecerdasan hanya dimaknai dengan kecerdasan IQ

 e.       Masih banyak siswa yang terlambat hadir dan melanggar tata tertib

 f.        Ada sebagian siswa yang letak tinggalnya jauh dari sekolah sehingga sering tidak dapat mengikuti aktivitas dengan baik

 g.       Masih banyak siswa yang gagap tekhnologi sehingga menghambat proses pendalaman iptek

 h.       Kebanyakan siswa belum mampu mengaplikasikan kemampuan berbahasa asing(Inggris,Jerman,Arab dll)

 i.         Minimnya kejuaraan yang diperoleh baik akademik maupun non akademik di tingkat regional dan nasional

 

3.3       METODE

             Masih digunakannya metode konvensional seperti ceramah bervariasi tanpa media atau alat bantu mengajar.

             Sementara itu tuntutan kurikulum dan perubahan  global menghendaki diversifikasi metode dan media untuk meminimalisasi kekurangan belajar guna meningkatkan motivasi belajar siswa yang pada akhirnya mencapai prestasi belajar tinggi.  

 

3.4       KURIKULUM

 

Adanya transisi kurikulum 2004 ke 2006 yang menyisakan satu jenjang yakni kelas XII yang masih harus mengikuti kurikulum 2004 dan untuk kelas X dan XI yang harus menggunakan kurikulum 2006 menimbulkan beberapa masalah yakni:

 a.       Terjadinya overlapping materi pada beberapa mata pelajaran

 b.      Belum tersedianya buku-buku kurikulum 2006 yang memadai

 c.       Perbedaan alokasi waktu pada mata pelajaran tertentu  yang saat ini sedang berlangsung

 d.      Guru dan karyawan belum seluruhnya memahami kurikulum 2006

 

3.5.            SARANA DAN PRASARANA

 Sarana dan prasarana di sekolah dibedakan menjadi :

 a.       Sarana yang langsung berkaitan dengan proses belajar mengajar seperti : ruang kelas,laboratorium,perpustakaan,lapangan olah raga

 tempat ibadah,buku pelajaran,alat pelajaran,media belajar dll

 b.      Sarana yang tidak berkaitan langsung dengan proses belajar mengajar seperti : aula,kamar mandi,kantin sekolah,gedng sekretariat

 kegiatan,tempat parkir dll

             Dalam hal ini terdapat permasalahan :

 a.       Buku-buku acuan /pegangan  pelajaran di perpustakaan yang belum lengkap

 b.      Beberapa ruang kelas yang  kurang layak untuk proses belajar mengajar seperti; ruangan yang panas,kaca jendela yang masih rendah

sehingga siswa lalu lalang kelihatan

 c.       Alat peraga yang kurang memadai

 

3.6. HUBUNGAN MASYARAKAT

             Sering timbul perbedaan konsep antara orangtua murid dengan sekolah karena kurang lancarnya informasi kepada masing-masing  pihak,   akibatnya program – program sekolah terkadang mengalami hambatan  bahkan tidak terselenggara.Demikian pula dengan intansi lain,     tidak jarang timbul sengketa akibat pelanggaran yang dilakukan sekolah atau murid dan demikian sebaliknya.

Additional information